Mengajar Anak-anak Istimewa


MTs atau madrasah sering dicap sebagai sekolah kelas dua atau mungkin sekolah nomor sekian, sekolah pinggiran, atau  MTs dikatakanmadrasah tengah sawah. Anggapan ini mungkin benar mungkin salah. Artinya tidak semua madrasah jelek dan banyak juga madrasah yang bugus.

Saya teringat kata-kata seorang teman guru, “Kalau ingin mengajar betulan, jadilah guru di madraasah”. Betapa tidak, siswa baru yang mendaftar di MTs adalah adalah mereka yang “merasa kemungkinan tidak diterima di SMP Negeri”. Ini yang terjadi di Bobotsari Purbalingga. Mungkin juga terjadi di daerah Anda. Atau ada kecenderungan, anak-anak yang mendaftar di madrasah adalah mereka yang berasal dari keluarga kurang atau tidak mampu sama sekali. Ada anak yang didaftarkan ke madrasah dengan diantar kepala desanya, kemudian menghadap kepala madrasah minta keringanan kalau bisa minta dibebaskan dari biaya pendidikan, dan kalau bisa minta bebas baju seragam.

Sudah bisa ditebak, anak yang masuk madrasah adalah anak-anak pinggiran, anak dari keluarga tidak mampu, dan yang lebih istimewa adalah anak yang nilai UASBN nya rendah.

Saya tidak bermaksud menjajarkan input siswa MTs dengan SMP. Jelas beda. Garapan madrasah ya siswa seperti itu. Jadi betul, kalau ingin mengajar betulan, jadilah guru di madrasah. Lalu, apa yang mengajar di SMP tidak ngajar betulan? Ya tidak begitu. Artinya mengajar di MTs itu tantangannya lebih berat, lebih kompleks, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih.

Tantangan berikutnya adalah ketika ada tuntutan supaya anak didik kita lulus 100% atau minimal mendekati. Kata temen saya, “Tidak heran kalau siswa SMPN 1 lulus 100%”. Ibaratnya tidak diajar disekolahpun mereka akan lulus, karena diluar mereka mengikuti les/private dengan biaya yang lumayah besar.

Beda dengan potret siswa MTs di pinggiran. Mereka harus menghadapi UN yang soalnya sama persis.

Itulah tantangan bagi kita guru madrasah……..

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: