Perilaku Menyimpang; Tanggung Jawab Siapa?


Saya teringat kata-kata seorang guru, katanya: “Ketika terjadi sesuatu di sekolah/madrasah, itu tanggung jawab guru, tapi kalau terjadi sesuatu di luar sekolah, itu bukan tanggung jawab guru”. Apa betul begitu ya? Lalu tanggung jawab siapa?

Kata ilmu pendidikan, tugas guru profesional itu ada tiga, yaitu tugas profesi, tugas kemanusiaan dan tugas kemasyarakatan (Uzer Usman, 1996:8). Kata Uzer, kedudukan guru yang demikian itu akan senantiasa relevan dengan dengan zaman dan sampai kapanpun diperlukan. Kedudukan seperti itu merupakan penghargaan masyarakat yang tidak kecil artinya bagi para guru. Hal ini merupakan tantangan  yang menuntut prestise dan prestasi, yang senantiasa terpuji dan teruji, bukan saja di depan kelas, tidak saja di batas-batas pagar madrasah, tapi juga ditengah-tengah masyarakat.

Saya berpikir “guru itu mengajari anak didik di sekolah untuk dipakai di luar sekolah”. Kata Pak Ari Ginanjar,  mendidik itu bukan hanya kecerdasan otak, tapi juga kecerdasan emosional, serta kecerdasan spiritual. Artinya, ketika terjadi perilaku menyimpang pada anak didik di luar sekolah, guru juga harus mawas diri sebagai bentuk tanggung jawab profesinya.

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: