MOPDIK dan Character Building


Masa penerimaan peserta didik baru telah selesai. Artinya sebentar lagi lembaga pendidikan/madrasah akan memulai  tahun pelajaran baru 2010-2011.

Kegiatan awal bagi peserta didik baru adalah mengikuti Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDIK). Masa orientasi ini dianggap sebagai gerbang memasuki kegiatan pembelajaran madrasah/sekolah sehingga nantinya peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di madrasah yang baru .

Biasanya kegiatan orientasi ini diisi dengan berbagai kegiatan yang dikemas secara khusus sehingga menarik bagi peserta. Kata orang, kesan pertama sangat menentukan. Untuk itu MOPDIK diharapkan mendapat perhatian khusus, teruma bagi Pembina kesiswaan dan panitia MOPDIK.

Menurut saya, hal yang amat penting dari pelaksanaan MOPDIK  adalah bagaimana menjadikan MOPDIK sebagai kegiatan yang bisa membangun karakter peserta didik (character  building). Intinya Mopdik diharapkan memberikan dasar kepribadian bagi peserta didik baru, menjadi pribadi yang baik sebagai pelajar. Pribadi yang jujur, mandiri, memiliki semangat belajar yang tinggi, berkepribadian luhur sebagaimana tujuan pendidikan nasional.

Memang sangat ideal, tapi paling tidak mereka menyadari bahwa dirinya adalah masyarakat terpelajar, yang bertanggung jawab atas masa depannya sendiri, sehingga tidak terdengar lagi ada tawuran, miras dan narkoba, pornografi, tindak criminal, dan tidak ada lagi siswa curang ketika tes/ujian.

Sesuai dengan penjelasan kegiatan Kaldik 2010-2011 Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, bahwa Kegiatan Orientasi bagi peserta didik baru kelas VII untuk MTs dan Kelas X untuk MA/MAK diisi dengan :

  1. Pengenalan Madrasah (Program, Struktur, Tata Tertib, Kode Etik Madrasah dan lain-lain);
  2. Penanaman konsep pengenalan diri peserta didik dan kegiatan keagamaan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional;
  3. Cara Belajar dan Sistem Pembelajaran
  4. Kegiatan Kesiswaan;
  5. PBB;
  6. Pembentukan Pengurus Kelas, Pembagian Kelompok belajar, Mencatat jadwal, dan tata cara diskusi kelompok yang dipanduoleh panitia dan wali kelas melakukan bimbingan

Ini hanya beberapa contoh kegiatan yang dapat dilaksanakan. Madrasah dapat menambah kegiatan lain sesuai kebutuhan, seperti  brain washing, penelusuran bakat dan minat, penyuluhan akibat kenakalan/penyimpangan remaja, pentas seni dll.

Orientasi bukan hanya untuk peserta didik baru, tapi peserta didik yang lama pun butuh penyegaran. Ibarat baterai, mereka juga butuh cash. Kelas VIII dan IX untuk MTs dan XI dan XII untuk MA/MAK, Bagi Pengurus OSIS dapat dilibatkandalam kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik, sedangkan yang tidak masuk dalam pengurus OSIS diisi dengan kegiatan antara lain :

  1. Menyusun Pengurus Kelas dengan Programnya;
  2. Pembentukan Belajar Kelompok;
  3. Teknik Berdiskusi;
  4. Cara Belajar dan Sistem Pembelajaran;
  5. Kegiatan 7 K;
  6. Mencatat Jadwal;
  7. Menyusun Tata Tertib Kelas;
  8. Kegiatan Keagamaan.

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: