Kantin Madrasah dan Resiko Kesehatan Siswa


Jajan. Ya anak jajan. Tidak dirumah, tidak di madrasah atau di mana saja, anak memang suka jajan. Jajan apa saja yang ia suka. Pola jajannya juga kadang mengikuti trend  teman-temannya. Makanan yang tidak enak menurut ukuran orang dewasa, anak-anak kadang sangat suka karena mengikuti  atau sekedar kepingin makanan yang dimakan temen sepermainan.

Yang repot adalah ketika anak-anak jajan makanan yang menurut kita sebagai orang tua tidak sehat, atau membahayakan kesehatan, atau kita mencurigai sebagai makanan yang berisiko bagi kesehatan anak. Ketika anak dirumah, orang tua bisa mengawasi, tapi ketika sudah di luar rumah, kita tidak tahu apa yang dibeli anak kita. Biasanya orang tua membekali pengetahuan untuk anaknya berbagai makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

Sebagai orang tua pasti merasa cemas kalau anaknya membeli jajanan  yang tidak sehat. Bahkan ketika di madrasah pun orang tua khawatir. Ini pengalaman saya menjadi orang tua. Oleh karena itu, ketika anak jajan di sekolah, guru seharusnya mengawasi. Tapi tidak mungkin guru mengawasi anak satu persatu. Yang perlu dipantau, diberi pengertian adalah para pedagang yang ada di sekitar madrasah. Pedagang harus memiliki pengertian tentang  makanan sehat dan bergizi. Kalau makanannya sehat, anaknya juga sehat, tidak sakit. Kalau anaknya sehat pasti anak akan masuk sekolah. Kalau anak berangkat ke sekolah, pasti akan jajan lagi. Jadi para pedagang harus sadar bahwa kebersihan dan kesehatan makanan yang mereka jajakan ada kaitannya dengan “keberlangsungan” penghasilannya.

Idealnya, madrasah harus membuat aturan yang disepakati antara pedagang dengan pihak madrasah. Aturan ini bukan bermaksud memasung kemerdekaan berusaha, tapi demi kebaikan semua pihak, terutama kesehatan siswa. Jika siswa sehat maka proses pembelajaran di madrasah akan lancar. Bisa kita bayangkan jika kita mengajar anak-anak yang kurang sehat atau bahkan sakit.

Aturan itu antara lain menyangkut jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dijajakan di lingkungan madarah, kebersihan makanan dan lingkungan tempat jualan, harga makanan dan jaminan keamanan konsumsi, serta sanksi bagi yang melanggar aturan. Kalau ada aturan yang jelas dan disepakati, barangkali dapat meminimalisir atau bahkan mencegah berbagai risiko yang tidak diharapkan.****

Lihatlah bagaimana

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

One Response to Kantin Madrasah dan Resiko Kesehatan Siswa

  1. supriyatno mengatakan:

    saya sangat mendukung sekali pak,,,memang seharusnya setiap pedagang benar benar di pantau,,karena saya juga dulu sering melihat teman dan saya penah juga merasakan sakit perut,dan setelah di selidiki itu juga karena faktor makanan yg saya konsumsi,…***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: