MGMP MTs Kab. Purbalingga


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mengawali liburan semester gasal, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang dilaksanakan di MTs Negeri Karanganyar, tanggal 20 dan 21 Desember 2010.

Dalam pembukaannya, Kasi Mapendais Kantor Kemenag Kab. Purbalingga, Drs. H. Wahyudiana, M.MPd, menyambut positif pelaksanaan MGMP yang diselenggarakan. Meski libur, guru tetap kreatif dan berpikir positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Untuk itu, diharapkan agar kegiatan ini dapat diikuti dengan serius sampai tuntas. Keseriusan seseorang itu menunjukkan kualitas SDM.

Sementara itu, Ketua KKM MTs Kab. Purbalingga, Drs. Mundirin, dalam pengarahannya mengatakan bahwa guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan di madrasah. Oleh karena itu, guru dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas dirinya sebagai guru yang profesional.

MGMP diikuti oleh 103 guru dari 34 MTs Negeri dan Swasta yang ada di Kabupaten Purbalingga. MGMP meliputi 15 Mata Pelajaran yang ada di MTs baik mapel agama maupun umum, yaitu Aqidah Akhlak, Qurán Hadits, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa (Mulok), Matematika, IPA, IPS, PKn, TIK, Penjas, dan Seni Budaya.

Dalam MGMP kali ini ada satu hal yang sangat strategis, yaitu guru diharapkan dapat membuat sebuah pemetaan indikator atau bedah indikator menjadi indikator-indikator yang lebih rinci lagi seperi sebuah kisi-kisi soal. Indikator ini nantinya diarahkan untuk mengurai materi yang akan diajarkan.

Kalau guru sudah bisa memetakan indikator menjadi semacam kisi-kisi, maka guru akan mudah menentukan materi ajar, dan sekaligus membuat soal evaluasi dengan mudah.

PENGEMBANGAN INDIKATOR

Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indicator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.  Oleh karena itu, indiktor memiliki peran strategis dalam keseluruhan proses pembangan silabus.

Setiap KD dikembangkan menjadi beberapa indikator (lebih dari dua). Indikator menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan/atau diobservasi. Tingkat kata kerja dalam indikator lebih rendah atau setara dengan kata kerja dalam KD maupun SK

Pengembangan indicator disini menyerupai pembuatan KISI-KISI SOAL. Sehingga satu indicator dalam silabus dapat dibuat menjadi beberapa kisi-kisi soal sesuai dengan kedalaman materi.

Prinsip pengembangan indikator adalah sesuai dengan kepentingan (Urgensi), kesinambungan (Kontinuitas), kesesuaian (Relevansi) dan Kontekstual. Keseluruhan indikator dalam satu KD merupakan tanda-tanda, perilaku, dan lain-lain untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten.

Perlu kita pahami, bahwa indicator yang ada di silabus dari BSNP adalah indicator minimal dan masih sangat global. Nah, indicator inilah yang kemudian perlu kita jabarkan secara rinci, sebagai acuan tujuan pembelajaran dan evaluasi. Jadi INDIKATOR = TUJUAN PEMBELAJARAN = EVALUASI. Bagaimana materi pokok pembelajaran (point 3)? Materi pokok pembelajaran harus mengacu pada indicator, tujuan pembelajaran dan evaluasi.

PENILAIAN/EVALUASI

Hal lain yang urgen dalam pengembangan silabus adalah berkaitan dengan penilan/evaluasi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penilaian

  1. Untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik, yang dilakukan berdasarkan indikator
  2. Menggunakan acuan kriteria
  3. Menggunakan sistem penilaian berkelanjutan
  4. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut
  5. Sesuai dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam kegiatan pembelajaran

Satu hal yang harus kita perhatikan, yaitu adanya penilaian berkelanjutan sesuai dengan indicator. Penilaian harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pengulangan. Indicator harus dipetakan berdasarkan kekhususannya untuk menentukan teknik dan jenis evaluasi. Ada indicator yang diujikan secara lisan, tulis dan praktik. Kemudian kita petakan lagi apakah diujikan di ulangan harian, ulangan tengah semester, atau ulangan akhis semester, atau dalam proses pembelajaran untuk penilaian lisan. Jadi soal yang sudah dikeluarkan di ulangan harian, tidak perlu di keluarkan di mid semester. Soal yang sudah keluar di mid semester tidak perlu dikeluarkan lagi di UAS.

Guru yang baik tidak perlu dan tidak akan membuat soal yang tidak ada dalam indicator (yang tidak diajarkan dalam proses).

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

One Response to MGMP MTs Kab. Purbalingga

  1. afitta mengatakan:

    Selamat untuk temen2 yang baru saja mengikuti MGMP MTs. Semoga hasilnya bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: