14 Februari; Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Madrasah


Ini sekedar catatan kegiatan madrasah tanggal 14 Februari 2011. Bukan Valentine Day, tapi Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan di MTsN Bobotsari. E… ternyata ada juga siswa yang berseloroh mau mengadakan perayaan Valentine. Tahu apa anak-anak tentang Valentine Day ya…? Untungya dijelaskan sedikit tentang perayaan valentine yang sering jadi kontroversi itu.

Dalam sambutannya kepala madrasah mengingatkan, karena tanggal 12 Robiul Awwal 1432H jatuh pada hari libur besok (15 Feb 2011), maka peringatan Maulid Nabi Saw dimajukan menjadi hari ini (14 Feb 2011). Beliau mengatakan, daripada merayakan Valentine Day, yang notabene produk budaya asing non Islam, yang penuh hura-hura, bahkan cenderung maksiat, maka lebih mulia kita merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw, yang merupakan uswah hasanah, contoh yang baik dalam segala hal, baik perkataan, perbuatan, bahkan sampai diamnya Nabi saw adalah teladan yang baik bagi kita.

Dalam Islam tidak ada Valentine Day. Tapi Nabi sangat mengasihi umatnya. Nabi Muhammad adalah manusia pilihan. Dia mengasihi dan dikasihi oleh umatnya. Bahkan Allah dan para malaikat membacakan sholawat untuk Nabi.

Ada sebuah cerita, seorang sahabat mendatangi Nabi Saw, dan bertanya, “Ya Rasulullah, kapankah datangnya hari Kiamat?” Beliau bertanya: “Apa saja yang telah engkau siapkan untuk hari Kiamat, sehingga engkau menunggu kedatangannya? Jawab sahabat: “Ya Rasulullah, saya tidak mempersiapkannya, bahkan saya shalat sedikit, puasa saya sedikit, dan sedekah saya juga sedikit. Tapi saya mempersiapkannya dengan mencintaimu, ya Rasulullah”. Nabi menjawab: “Engkau akan berada di Yaumil Mahsyar bersama dengan orang yang engkau cintai”.

Subhanallah, inilah kemurahan Allah dan Rasul-Nya. Sahabat Anas ra, berkata: para sahabat paling menyukai sabda Nabi Saw tersebut. Tidak ada sabda lain yang lebih mereka sukai dari pada sabda tersebut. Hal ini wajar karena perasaan cinta mereka kepada Rasulullah Saw sudah mendarah daging.

Sahabat Bilal ra, adalah seorang sahabat yang sangat mencintai Rasulullah Saw. Sepeninggal Rasulullah Saw, ia hidup mengelana dan banyak merenung. Alkisah, ketika Bilal hampir meninggal, istrinya sangat bersedih. Kata istrinya: “Aduhai, betapa sangat menyedihkan perpisahan ini”. Lalu Bilal menjawab: “Subhanallah, justru inilah saat yang sangat menggembirakan. Karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan Rasulullah Saw dan para sahabat yang terlebih dulu syahid”.

Itulah sedikit gambaran, betapa besar kecintaan para sahabat kepada Rasulullah Saw. Sampai Abu Sufyan salah seorang tokoh kafir quraisy waktu itu pernah berkata, “Saya tidak pernah melihat orang yang mencintai tuannya sebagaimana pengikut Muhammad, mencintainya”.

Qadhi Ayyadh ra, berkata: “Jika orang itu mencintai sesuatu, tentu ia akan bersedia meninggalkan segalanya untuk mencapai sesuatu yang ia cintai”. Ciri-ciri mencintai Rasulullah yang paling penting adalah mengikuti jejak beliau dan berusaha menyempurnakannya. Sebagaimana firman Allah Swt:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِى يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ (ال عمران:31)

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu), Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan akan menghapuskan dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.

Rasulullah Saw adalah seorang yang ma’shum, sosok manusia yang disucikan dari dosa, manusia yang sudah dijamin pasti masuk surga. Tapi beliau tidak terus berdiam diri, bangga dengan jaminan dari Allah Swt. Tapi beliau adalah manusia yang paling baik ibadahnya, manusia yang paling banyak bersyukurnya. Manusia yang paling khusu’ shalatnya, manusia yang paling banyak meluangkan waktu untuk berdakwah. Beliau adalah sosok manusia yang sangat sederhana, tapi disisi lain beliau adalah manusia yang sangat dermawan, manyantuni fakir miskin, anak yatim, janda-janda, dan mencurahkan seluruh waktunya untuk jihad, berdakwah menegakkan agama Allah Swt.

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

One Response to 14 Februari; Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Madrasah

  1. suryana77 mengatakan:

    Tulisan yang bagus …
    Mengingatkan kita untuk selalu mengikuti sunnah Rasulullah SAW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: