Madrasah, Mutiara yang Kembali


Majalah RINDANG No. 09 Th XXXVI/April 2011 menuliskan: Negeri ini sudah sangat penat. Kriminalitas dengan berbagai coraknya menyesaki ruang-ruang bebas. Koruptor terus mengatur-atur bangsa ini. Teroris seperti tidak rela kalau negeri ini aman. Dengan entengnya perbedaan disikapi dengan kekerasan. Belum lagi pertikaian elit politik yang justru menjauhkan negeri ini dari rasa nyaman.

Madrasah Mutiara yang Kembali

Di tengah-tengah orang mewacanakan moral bangsa, para elit seharusnya betul-betul sadar bahwa peran madrasah atau lembaga pendidikan yang mengadopsi sistem pendidikan madrasah ditonjolkan. Sebab madrasah didirikan memang kental dengan nilai moral. Materi pelajaran bermuatan lokal pun selalu tersentuh dengan moral.

Dan sudah seharusnya juga ketika “sang mutiara” menjadi magnet seharunya pula sosok madrasah berbenah diri. Ini sekaligus untuk membersihkan imej bahwa madrasah sebagai lembaga pendidikan yang selalu tertinggal atau lebih ekstremnya “lembaga pendidikan kelas dua”.

Memang harus diakui masih ada madrasah jalan di tempat, tampil seadanya yang kadang umat Islam sendiri tidak tertarik untuk mendekatinya. Kesan kumuh, tak berkualitas, dan tampil seadanya itulah yang pastinya memberikan kontribusi imej yang tidakbaik terhadap keberadaan madrasah yang lain.

Direktur Pendidikan dasar dan Pesantren, Amin Haidar, dalam Rakernas Ma’arif NU di Bandung mengatakan, sebagai institusi pendidikan keagamaan yang mengutamakan nilai-nilai keislaman tidak boleh kehilangan jati dirinya dengan alasan untuk bisa disetarakan dengan sekolah umum (sitinjaunews). “Jangan menjadikan diri anda orang lain, tapi bagaimana menjadikan madrasah menjadi kekuatan dan menjadi sesuatu yang berbeda”.

Madrasah memang menghadapi berbagai masalah dan kendala, tapi di sisi lain madrasah juga memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh sekolah umum. Kekuatan yang saat ini dimikili madrasah adalah kurikulum pendidikan agama yang lebih dibanding sekolah umum.

Setidaknya lulusan madrasah yang belakangan ini banyak yang mampu menembus perguruan tinggi favorit sudah menjadi bukti bahwa kelas madrasah sudah setara dengan lembaga pendidikan lain. Hanya saja suksesnya para alumni madrasah yang berhasil di PTN elit itu jarang dibaca sebagai sebuah keberhasilan.

Madrasah kini sedang dibaca sebagai kebutuhan untuk menjawab persoalan zaman di negeri ini. Karena keberadaan madrasah sedang dilirik banyak kalangan, setidaknya sistem pendidikandi madrasah sedang dipelajari oleh kalangan lain.***

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: