Dari Seminar “Orang Tua Bijak; Mencetak Juara dari Rumah”


Setiap orang tua berkeinginan untuk mencetak putra putrinya sebagai juara, sehingga orang tua harus semangat mengantarkan putra putrinya menuju kesuksesan.

Pertanyaannya, apakah penting untuk menjadi juara? Apa manfaatnya jadi juara? Berikut adalah beberapa catatan saya mengikuti seminar “Orang Tua Bijak; Mencetak Juara dari Rumah”, yang diselenggarakan oleh Primagama Purbalingga (8/5/2011) di Hotel Kencana Purbalingga, dengan nara sumber: Drs. H. Teguh Sunaryo, M.Si.

Juara dibidang apapun intinya adalah kesiapan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap pribadi harus menjadi juara di bidangnya masing-masing. Jangan menuntut anak-anak melampaui di luar batas kemampuannya. Ini akan menzolimi anak. Ini karena orang tua terlalu egois, idealis yang berlebihan. Biarkan anak mengalir, dengan mengenali bakat, minat dan kemampuan anak. Mulailah dari rumah.

Lima Alternatif model mendidik anak di rumah

  1. MODELING (bukan memberi contoh, tetapi menjadi contoh). Orang tua adalah contoh yang tidak dibuat-buat (menjadi contoh), bukan memberi contoh (dibuat-buat)
  2. PARTISIPASI (bukan delegasi / perintah, tetapi melibatkan / partisipasi). Orang tua harus terlibat langsung dalam proses belajar anak.
  3. PERSUASI (bukan larangan, tetapi alternatif / mengalihkan). Ketika anak melakukan kegiatan  yang kurang/tidak baik/berbahaya, orang tua berkewajiban mengalihkan perhatian anak kepada hal yang lain yang lebih baik sebagai alternative kegiatannya.
  4. EMPIRIS (bukan nasihat / omelan, tetapi bukti nyata).
  5. KOMUNIKASI (bukan mengatur, tetapi diskusi)

Ada 3 peran orang tua di rumah:

  1. Bersedia belajar bersama anak
  2. Meluangkan waktu untuk menemani anak
  3. Member stumulus /rangsangan yang sesuai dengan potensi anak.

Banyak orang tua yang egois. Mereka banyak mengeluarkan uang untuk kuliner, fashion, dll, tapi tidak pernah membeli buku. Perhatian orang tua juga kadang hanya tertuju pada kebutuhan fisik semata. Ketika anak pulang, yang ditanya sudah makan apa belum. Tanyailah anak-anak kita bagaimana pelajarannya disekolah, ada RP apa tidak, pelaajran apa yang hari ini sangat menyenangkan? Tanya juga sudah sholat apa belum? Ketika mau berangkat sekolah, bekali anak dengan semangat tinggi, dan berperilaku baik.

PUISI

DOROTHY LAW NOLTE

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan sebaik baiknya perlakuan, ia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dan kehidupan

4 peta perilaku anak

  1. Kreativitas akal anak
  2. Keberanian mental anak
  3. Kepekaan social anak
  4. Kenakalan moral anak

Empat kunci sukses (1) Focus di bidangnya, (2) Ambisi, memiliki keinginan yang kuat, (3) Disiplin dan (4) Memiliki Strategi. Puncak suskses adalah menjadi yang terbaik di bidangnya.

Yang dibutuhkan masa depan adalah: (1) Akselerasi sukses, (2) Spesialisasi karir, (3) Revolusi bakat.

Ada 10 proses akselerasi sukses dan spesialisasi profesi: (1)  KENAL BAKAT SEJAK DINI (2) MINAT SESUAI BAKAT, (3) SELALU FOKUS, (4) PRINSIP GROWING NO CHANGE, (5) SPESIALIS BUKAN GENERALIS, (6) BUTUH KESABARAN, (7) PUNYA KESUNGGUHAN, (8) KASIH SAYANG TIDAK BERKURANG HANYA KARENA BEDA POTENSI, (9) KOMITMEN, (10) KONSISTEN

Bakat adalah “potensi  inheren spesifik” yang dibawa seseorang sejak ia lahir, dan merupakan “bahan baku” suatu kompetensi atau keahlian .

4 GANGGUAN LAYAR ANAK MODERN

  1. ASYIK MAIN GAMES ON LINE
  2. KECANDUAN ACARA TV
  3. MANDIRI DENGAN SMS
  4. GEMBIRA DENGAN YOUTUBE
  5. DAMPAKNYA : SENANG KULINER, FASHION DAN DUGEM (HEDONIS, MATERIALIS, KONSUMTIF, ANARKIS)

Menyiapkan Anak Menjadi Warga Dunia

Mengapa anak kita harus dicetak jadi juara? Karena mereka akan hidup pada zaman yang penuh persaingan. Indonesia ke depan akan berada pada pasar bebas di segala bidang. Untuk itu orang tua harus menyiapkan anaknya bisa bersaing dengan orang lain di seluruh dunia. Kita harus menyiapkan anak-anak kita menjadi warga dunia. Dunia terus berkembang dan berubah. Jangan melakukan hal-hal biasa kalau ingin hasil yang luar biasa. Hidup adalah pilihan. Untuk dapat hidup dengan baik harus dapat memilih. Untuk dapat memilih harus punya konsep hidup. Ada tiga hal yang tidak berubah, yaitu (1) perubahan itu sendiri, (2) prinsip, (3) pilihan.

Pendidikan Indonesia sekarang harus mempersiapkan anak didiknya menjadi warga dunia yang cerdas yang mampu menjawab tantangan masa depan. Bukan sekedar berkiprah di skala local atau nasional. Kalau pada masa 25 tahun yang lalu banyak siswa bercita-cita ingin dapat berkiprah di tingkat nasional, dan kalau cita-cita itu masih dipertahankan anak sekarang, maka mereka akan menjadi bagian dari masa lalu. Kalau sekolah masih bercita-cita seperti itu, maka sekolah tersebut juga masih menjadi bagian masa lalu. Agar anak-anak kita tidak ingin menjadi bagian darimasa lalu, maka harus dibekali dengan ilmu-ilmu yang berskala internasional, seperti bahasa inggris/asing. Tidak ada tempat bagi anak Indonesia yang tidak menguasai bahasa inggris.***

Salam hormat untuk Pak H. Teguh Sunaryo, M.Si di Yogyakarta. Matur nuwun informasinya.

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

5 Responses to Dari Seminar “Orang Tua Bijak; Mencetak Juara dari Rumah”

  1. Ping-balik: Dari Seminar "Orang Tua Bijak; Mencetak Juara dari Rumah" | Purbalingga Kota Perwira

  2. Indah mengatakan:

    3 perang* orang tua di rumah ?
    beneran tuh….orang tua harus berperang* di rumah?
    rame dong……

    mohon diedit segera bila tidak ingin terjadi kesalahpahaman.

    maaf ya….ini bentuk perhatian adik tingkat kepada kakaknya. hehehe…

    • zaenalkhayat mengatakan:

      hehe….adikku ternyata ga berubah ya…teliti banget. jadi editor blogku aj ya…
      thank’s koreksinya.

  3. quranhadits20 mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum pak zaenal… lama tak berkunjung ke blog jenengan. Ini saya Zainal Muttaqien, guru MAN Kotabaru Kalimantan Selatan. Kebetulan lagi ingin memperkenalkan blog pembelajaran qur’an hadits madrasah aliyah yg merupakan realisasi produk sampel tesis saya di Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kebetulan saya kan menulis tema tentang “Pemanfaatan Blog sebagai Media dan Sumber Belajar Alternatif Qur’an Hadits Tingkat Madrasah Aliyah”. Idenya simpel saja yakni bagaimana caranya agar para guru madrasah mampu memanfaatkan kecanggihan perkembangan teknologi informasi komunikasi saat ini utk kepentingan pengayaan pembelajaran di madrasah. Sekaligus agar para guru madrasah tidak dicap gaptek internet… begitu lo pak… hehehehehe! Terimakasih atas jalinan ukhuwah dan intellectual networking yg hingga kini tetap terjalin. Semoga ke depannya madrasah akan semakin berkualitas dan menjadi pilihan utama para orangtua di Indonesia. Amienn ya rabbal ‘alamin.

  4. dede mardiyah mengatakan:

    Kalau ada info seminar ..tlg beriitahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: