Asma r.ha, Menanyakan Pahala bagi Kaum Wanita


21 April Hari Kartini.

Di Indonesia kita mengenal sosok RA. Kartini sebagai tokoh wanita yang berbeda dari wanita-wanita di zamannya sebagai pelopor perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, dan emansipasi wanita.

Salah satu tokoh wanita pada pada masa Rasululloh adalah Asma binti Yazid Anshari r.ha.  Dia adalah seorang shahabiyah yang sangat kritis dan cerdas.

Suatu ketika ia mendatangi Rasululloh Saw, dan berkata: “Ya Rasululloh, saya datang sebagai utusan kaum wanita. Sungguh engkau adalah utusan Alloh untuk kaum laki-laki dan kaum wanita. Untuk itu, kami sebagai kaum wanita telah beriman kepada Alloh dan kepada engkau. Kami kaum wanita senantiasa hanya tinggal di rumah, dan kami senantiasa sibuk menunaikan keperluan serta keinginan suami. Kami senantiasa mengurus anak-anak. Sedangkan kaum laki-laki senantiasa mendapat pekerjaan yang dapat memborong pahala. Mereka dapat menghadiri shalat jum’at, dapat shalat lima waktu berjamaah, dapat menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, dan dapat pergi haji, dan yang paling utama mereka dapat berjuang di medan jihad. Jika mereka haji, umroh, ataupun jihad, kamilah yang menjaga harta-harta mereka, menjahitkan baju-baju mereka, juga memelihara anak-anak mereka. Maka apakah kami tidak mendapatkan pahala yang sama dengan mereka (kaum laki-laki) ?

Rasululloh mendengarkannya dengan penuh perhatian. Kemudian beliau berpaling kepada para sahabatnya. Beliau bersabda: “Pernahkah kalian mendengar pertanyaan dari seorang wanit yang lebih baik dari pertanyaan wanita ini?”. Seorang sahabat berkata: “Ya Rasululloh, bahkan kami tidak mengira bahwa wanita dapat bertanya seperti itu”. Lalu Rasululloh berpaling kepada Asma r.ha, dan bersabda: “Dengarkan dengan baik dan perhatikan, lalu sampaikanlah kepada para wanita muslimah yang telah mengirim engkau ke sini. Jika istri selalu berbuat baik, dan berusaha membuat suaminya selalu gembira, maka itu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika semua ini dapat kalian kerjakan, kalian akan mendapatkan pahala yang sama dengan kaum laki-laki”.

Mendengar jawaban Rasululloh Saw, hati Asma r.ha sangat gembira. Kemudian ia segera kembali menjumpai kaumnya.[]

Sumber: Fadhailul Amal, Maulana Muhammad Zakariya Al Kandahlawi ra.

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: