Bimbingan Teknik Pengisian SKP dan EDG


Mengisi waktu liburan, guru dan pegawai di MTs Negeri Bobotsari menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang cukup bermakna. Disamping mengikuti berbagai kegiatan dalam rangka HAB Kemenag 2014, juga mengikuti Bimbingan Teknis Pengisian SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) dan Evaluasi Diri Guru yang dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Desember 2013 di Aula MTsN Bobotsari.

Menurut Drs. Mundirin, Kepala MTsN Bobotsari, kegiatan ini sangat urgen mengingat Januari 2014 nanti penilaian PNS termasuk guru sudah menggunakan format baru yaitu SKP. SKP memuat dua penilaian yaitu penilaian kinerja dan penilaian sikap. SKP harus dibuat diawal tahun pelajaran. Mengingat pemberlakuan system penilaian SKP diberlakukan Januari 2014, maka semester pertama tetap menggunakan system penilaian lama, yaitu DP3.

Drs. Mundirin menjelaskan bahwa tujuan dari penyelenggaraan Bintek kali ini adalah agar pada awal tahun guru dapat mengisi SKP sendiri dan mengevaluasinya pada akhir tahun.

Tampil sebagai pembicara dalam Bintek Pengisian SKP adalah Dra. Hamimah, selaku Analis Kepegawaian Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Sementara Drs. Mashadi, pengawas di lingkungan Kemenag Kab. Purbalingga menyampaikan materi Evaluasi Diri Guru.

Menurut Dra. Hamimah, titik berat SKP adalah penilaian kinerja yang mencapai 60%, sementara penilaian sikap hanya 40%. Sementara system penilaian yang lalu (DP3) 100% sebagai penilaian sikap dari atasan kepada bawahan. Disamping itu, DP3 merupakan penilaian ‘rahasia’, sementara SKP justru penilaian yang sangat objektif dan dapat dikomunikasikan antara penilai dengan yang dinilai tentu berdasarkan bukti fisik yang ada.

Lebih lanjut Dra. Hamimah menjelaskan bahwa SKP disusun berdasarkan RKT (rencana kerja tahunan), dengan memperhatikan hal-hal berikut: 1)jelas; 2)dapat diukur; 3)relevan; 4)dapat dicapai; 5)memiliki target waktu.

PNS yang tidak membaut SKP dikenakan sanksi sesuai dengan UU disiplin PNS.

Seorang pegawai juga harus membuat laporan pelaksanaan tugas. Misalnya seorang guru, maka harus membuat laporan pelaksanaan pembelajaran secara periodic. Dalam laporan itu misalnya dicantumkan: jadwal, daftar hadir siswa, agenda guru, nilai, analisis nilai, dan harus disahkan kepala madrasah.

Realisasi dari SKP dilihat dari bukti fisik.

EDG

Evaluasi diri guru merupakan alat bagi guru untuk bercermin sampai dimana kompetensi profesinya. Seorang guru harus dapat menilai kompetensi dirinya. Penilaian diri inilah yang kemudian menjadi bahan evaluasi pada akhir tahun saat dinilai oleh penilai (guru senior/kepala madrasah).

Pengisian EDG harus sesuai dengan kondisi objektif guru. Dengan demikian EDG dapat dijadikan sebagai acuan bagi kepala madrasah untuk menyusun program perbaikan bagi guru di madrasahnya. Dari EDG, seorang kepala madarah dapat menindaklanjuti dengan mengadakan program perbaikan melalui berbagai pelatihan, diklat, bintek, workshop dll, sehingga kompetensi guru di madrasah dapat ditingkatkan.

Selamat semoga bermanfaat…..

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: