Berkunjung ke Pesantren Krapyak Yogyakarta


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Salah satu rangkaian Study Tour Siswa MTsN Bobotsari pada tanggal 12 Maret 2011 kemarin adalah berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Study Tour 2011 ini memang agak berbeda dari tahun sebelumnya. Biasanya Study Tour hanya berkunjung tempat-tempat wisata. Kali ini berbeda. Ada nilai plus yang kita kedepankan, yaitu mengunjungi pesantren.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan, yaitu kita ingin mengenalkan anak didik pada dunia pesantren. Bagaimana belajar di pesantren dengan segala macam seluk beluknya. Madrasah itu sangat dekat dengan pesantren. Jadi sangat relevan jika siswa madrasah mengenal lebih dekat dunia pesantren.

Ketika rombongan sampai di pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, tepat waktu shubuh. Beberapa santri dan pengurus menyambut kedatangan kami. Setelah sholat shubuh, rombongan menuju aula dan acara resmi penyambutan pun dilaksanakan.

Acara perkenalan dimulai, baik atas nama rombongan kemudian sambutan atas nama pesantren/pengurus. Dari pengurus menyampaikan berbagai hal tentang seluk beluk pesantren, mulai dari sejarah awal pendirian, sistem pendidikan, dan kelebihan-kelebihan ponpes. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Pengasuh Ponpes Al Munawwir, Krapyak, KH. Zaenal Abidin Munawwir. Beliau mengawali tausiyahnya dengan berdoa, mendoakan semua yang hadir pada majlis itu.

Di awal tausiyahnya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih, dan berharap kunjungan ini menambah persaudaraan. Konsep persaudaraan antar sesama muslim itu tidak ada batasnya. Dari manapun datangnya kalau seorang muslim itu bersaudara.

Kedua, beliau menyampaikan bahwa belajar, menuntut ilmu itu tujuannya bukan untuk mencari pekerjaan. Nanti saya mau jadi apa, mau bekerja apa. Itu hanya tujuan duniawi. Tujuan kita hidup, termasuk belajar, menuntut ilmu adalah untuk mengabdi, menyembah kepada Allah Swt. Jadi sekolah itu ibadah. Apa bekal kita untuk hidup diakhirat nanti? Jangan hanya membayangkan nanti kalau besar saya mau jadi pegawai apa? Tapi saya hidup menuju akhirat bekalnya apa?

Satu-satunya kendaraan menuju akhirat adalah Islam. Jalan ke surga adalah Islam. Jangan ada anggapan bahwa semua agama benar. Sebab ada pejabat yang mengatakan semua agama benar. Itu salah. Agama yang benar dan diridoi Allah hanyalah Islam. Innaddiina ‘indallaahil islaam.

Di akhir tausiyah KH. Zaenal Abidin Munawwir menekankan pengamalan Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pada sesi akhir kunjungan, kami melakukan tukar cendera mata.

Semoga kunjungan ini membawa kebaikan, berkah dunia akhirat. Amiin.

Perihal zaenalkhayat
seorang guru di madrasah tsanawiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: